UI : TIDAK ADA JALUR KHUSUS PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Depok, 19/5/2010 (Kominfo-Newsroom) – Universitas Indonesia (UI) tidak melaksanakan penerimaan mahasiswa baru melalur jalur khusus atau jalur lain, kecuali melalui tiga jalur penerimaan resmi, yaitu Seleksi Masuk UI (Simak-UI), Ujian Masuk Bersama (UMB-PTN), dan Seleksi Nasuional Masuk PTN (SNMPTN).

Menurut Rektor UI Gumilar Rusliwa kepada wartawan di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Rabu (19/5), seluruh perguruan tinggi, baik negeri dan swasta, termasuk UI, kini tengah membuka penerimaan mahasiswa baru, baik diselenggarakan secara nasional (bersama) maupun mandiri.

“Jadi UI hanya menyelenggarakan tiga jalur seleksi penerimaan, yaitu melalui Simak UI, yang merupakan ujian seleksi terpadu masuk UI yang diselenggarakan secara mandiri, kemudian UMB-PTN, yaitu seleksi bersama dengan beberapa PTN lain, serta SNMPTN, yaitu seleksi masuk PTN secara nasional,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa untuk menjadi mahasiswa UI, tidak ada diskriminasi, baik dari sisi SARA maupun dari sisi kemampuan ekonomi.

“Kami hanya menerima berdasarkan kemampuan akademis. Namun jika ada oknum dari UI yang menjanjikan dapat memberi kursi, maka itu tidak benar, dan apabila saya tahu siapa orangnya, akan langsung saya pecat,” kata Gumilar.

Dikemukakan, sangat mungkin ada PTN selain UI yang melakukan penerimaan melalui jalur khusus, namun UI tidak melakukan itu.

“Kalau UI memberlakukan penerimaan melalui jalur khusus, mau jadi apa wajah pendidikan Indonesia? UI tetap memegang bendera sebagai icon perguruan tinggi negeri Indonesia,” katanya.

Soal SNMPTN

Gumilar menambahkan, mengenai persiapan SNMPTN 2010 yang akan dilaksanakan pada 16 Juni 2010, menurutnya, pihaknya sudah melakukannya sejak lama, sehingga ia optimistis seleksi masuk PTN nasional itu akan sukses.

“Semua PTN saat ini bersama-sama sedang mempersiapkan soal yang akan diujikan, mudah-mudahan kualitas soalnya lebih baik,” katanya.

Menurut dia, pelaksanaan SNMPTN 2010 akan semakin diperketat, termasuk mengantisipasi segala kemungkinan adanya peluang dari pihak-pihak tertentu untuk melakukan kecurangan.

Dikemukakan bahwa pengawasan ketat dilakukan agar semua pihak, termasuk penyelenggara dan calon mahasiswa baru bisa bersama-sama membangun nilai kejujuran, keadilan dan kebenaran.

“Pengawasan ketat diharapkan dapat menghilangkan niat orang untuk berlaku curang. Kami mewaspadai segala alat elektronik yang dapat membuka peluang kecurangan, seperti earphone, alat elektronik lain, atau jenis pulpen yang mencurigakan,” katanya.

Dikemukakan bahwa UI menyediakan kursi untuk 1.500 atau 2.000 mahasiswa baru melalui SNMPTN 2010, sedangkan pada tahun 2010 ini UI kemungkinan akan menerima sebanyak 5.500 kursi.

Mengenai kuota 60 persen penerimaan mahasiswa baru melalui jalur nasional (SNMPTN) yang ditetapkan Kemendiknas RI, Gumilar mengatakan bahwa UI akan melaksanakan peraturan itu jika sudah disahkan.

“Peraturannya secara resmi belum disahkan karena baru wacana, namun kalau tahun depan peraturan itu misalnya disahkan, maka UI akan mengikutinya,” kata Gumilar. (T.Ad/ysoel)

sumber: www.bipnewsroom.info

Satu Tanggapan

  1. Itukan hanya pendapat rektor aja… Tapi kenyataan nya tidak…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.